background

Login E-Licensing

Petunjuk

Masukkan username dan password anda dan Klik tombol lagin.

Jika anda belum memiliki akun, silahkan klik link daftar dibawah ini. Dan jika anda lupa dengan password anda silahkan klik link lupa password dibawah ini.


Daftar | Lupa password ?

IP ADDRESS ANDA :

IP Address : 23.20.65.255

BROWSER ANDA :
CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)

Pelayanan dan Perizinan


Izin Stasiun Radio Penyiaran (Broadcasting Services)

PERIZINAN PENYIARAN ANALOG

Dalam hal perizinan lembaga penyiaran analog, sesuai peraturan perundang-undangan penyiaran, pemohon mengajukan izin melalui KPI atau KPI Daerah. KPI melaksanakan evaluasi dengar pendapat. Setelah melakukan evaluasi, maka diajukan rekomendasi pada forum rapat bersama antara pemerintah (Depkominfo c.q Ditjen SKDI dan Ditjen Postel) serta KPI. Bila dalam forum rapat bersama, jumlah pemohon yang lolos persyaratan kurang atau sama dengan jumlah kanal frekuensi yang disediakan, maka izin penyelenggaraan penyiaran (IPP) dapat langsung diberikan. Bila tidak, maka perlu dilakukan proses seleksi. IPP diberikan termasuk dengan kanal frekuensi dan wilayah siaran yang ditentukan.

Setelah IPP diberikan, maka lembaga penyiaran bersangkutan dapat segera membangun infrastrukturnya termasuk menyiapkan pemancar, studio, SDM, dsb. Penyelenggara yang bersangkutan diwajibkan mengisi aplikasi formulir Izin Stasiun Radio (ISR) untuk mengisi data-data administratif dan teknis, serta rencana pembangunan infrastruktur.

Setelah permohonan dan data teknis dievaluasi, bilamana memenuhi syarat, maka ISR diberikan setelah yang bersangkutan membayar BHP Frekuensi sesuai ketentuan yang berlaku. Bilamana hasil evaluasi teknis menunjukkan bahwa prediksi wilayah layanan lembaga penyiaran bersangkutan dengan menggunakan parameter teknis yang diajukan melebihi batasan wilayah layanan sesuai izin, maka permohonan ditolak, dan yang bersangkutan harus memperbaiki parameter dan konfigurasi teknis lagi.

Sesuai ketentuan yang berlaku, lembaga penyiaran yang bersangkutan dikenakan kewajiban uji coba selama satu tahun, sebelum mendapatkan Izin Tetap. Dalam masa uji coba, dari sisi teknis, akan diukur kualitas penerimaan siaran pada wilayah siaran yang ditentukan agar sesuai dengan batasan izin yang ditentukan.

Dengan akan dimulainya penyelenggaraan TV Digital, maka izin baru untuk TV analog dibatasi dan bahkan dihentikan. Hal ini dimaksudkan agar migrasi penyiaran TV analog ke TV digital dapat berjalan dengan baik.